Majesta Esa Sofian

Be the best

Yuk, Bereksplorasi dengan Buah Kawista (Limonia acidissima) alias Cola van Java

thumb

Kalian pada tau ga buah kawista? Pasti ga tau kan? Kalau coca-cola pasti pada tau kan?

Nah buah yang satu ini kalau sudah dibuat sirup akan berkarbonasi persis seperti saat kita menuangkan coca-cola ke dalam gelas kita. Kebayang kan gimana rasanya?

Buah kawista ini aslinya berasal dari India dan di Indonesia jarang sekali untuk dibudidayakan. Daerah yang banyak membudidayakan buah yang satu ini adalah daerah Rembang dan sekitarnya di Jawa Tengah. Hal tersebut menjadikan Rembangsebagai sentra produksi sirup kawista yang sering dijadikan oleh-oleh khasnya.

Bentuk buah yang satu ini bulat dan berwarna kecoklatan, kulitnya juga keras dan bersisik sehingga sesaat rupanya seperti bola batu. Saat masak, daging buahnya yang berwarna coklat kehitaman akan mengeluarkan aroma yang wangi semerbak. Pohon kawista biasanya tumbuh di daerah kering dengan ketinggian pohon yang dapat mencapai 12 meter. Buah yang masak biasanya akan jatuh dengan sendirinya dan tidak akan merusak buah karena kulitnya yang keras.

Pemanfaatan Buah Kawista 

Buah kawista dapat dimakan langsung atau diolah menjadi berbagai macam penganan seperti dodol, sirup, dan selai.. Buah kawista yang sudah matang juga dipercaya mampu menjadi obat penurun panas dan sakit perut. Kulit batangnya dipercaya data menjadi campuran jamu untuk mengatasi haid yang berlebihan, gangguan hati, mual-mual, hingga mengobati luka akibat ‘gigitan’ serangga.

Penduduk Rembang kerap mengkonsumsi buah segarnya dengan taburan gula. Cara lain diolah menjadi sirup sehingga awet. Minuman khas itu dibuat dengan merebus daging buah kawista bersama air. Air rebusan disaring dengan kain halus agar sari buah dan seratnya terpisah. Kemudian sari buah diendapkan selama 24 jam dalam wadah tertutup.

Setelah mengendap, air di lapisan atas dipisahkan dari endapan dan ditambah pengental. Setelah didiamkan selama 12 jam, air sari itu direbus sekaligus ditambahkan gula pasir. Perbandingannya 1 liter sari kawista : 700 g gula. Setelah mendidih, sari kawista disaring kembali dan dimasukkan ke dalam botol.  ‘Agar awet selama setahun, bisa ditambahkan pengawet makanan natrium benzoat sebanyak 1 sendok teh untuk 1 liter sirup.

Pasar Jepang

Penanaman kawista kurang berkembang karena dianggap tumbuh sangat lambat. Dalam buku Plant Resouces of South East Asia (PROSEA) disebutkan kawista baru berbuah setelah umur 15 tahun. Itu jika tanaman asal biji atau setek akar. Dengan okulasi kawista bisa lebih cepat tumbuh.

Itu dibuktikan oleh Wawan K Sarip, di Karawang, Jawa Barat. Kawista asal okulasi mulai belajar berbuah umur 2 tahun. Untuk menggenjot pertumbuhan, Wawan menggunakan batang bawah rangkap 2 – 5. Dengan umur genjah, Wawan berencana mengebunkan 200 kawista di Karawang, pada 2011. Itu guna memenuhi permintaan ekspor olahan kawista ke Jepang.

Dua tahun terakhir Wawan memang getol mengolah kawista menjadi minuman segar dan dodol. ‘Tiap ikut pameran saya bisa jual 200 kemasan dodol dan 200 botol minuman,’ tutur pemilik PT Axar Qiara itu. Bahkan produk kawista milik Wawan masuk dalam 10 besar produk unggulan Karawang untuk ekspor ke Jepang. Artinya kola van java punya peluang untuk dikembangkan.

Gimana mau coba bereksplorasi dengan salah satu kekayaan Indonesia yang satu ini?

 

 

Nanas madu : lebih manis dari yang lain

Kali ini mau mengutip sebuah artikel nih mengenai nanas madu yang ada di majalah Trubus edisi bulan September 2013. Nanas yang satu ini jagoan banget deh kalo soal rasa, permintaan pasarnya juga luas banget lohh. Check it out ya guys.

Dari sebuah tanaman kini menjadi sentra nanas seluas 686 ha.

Jalan setapak beraspal yang lebarnya hanya 2 m itu menuju ke arah bukit. Di kanan dan kiri jalan tampak hamparan tanaman nanas Ananas comosus. Saking banyaknya populasi nanas, hampir tak sedikit pun permukaan tanah yang terlihat karena terhalang tajuk tanaman anggota famili Bromeliaceae itu. Itulah panorama di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah, 40 kilometer dari ibukota kabupaten. Nanas itu tumbuh di bawah naungan pohon sengon. Pada beberapa tanaman nanas tampak menyembul buah di sela-sela daun. Sebagian besar buah masih muda.

Di lahan milik Salid, terhampar tanaman siap panen sekitar 4 hari lagi. Warna buah mulai terlihat semburat kuning. Ukuran nanas tergolong mungil dengan tinggi dari pangkal buah hingga pangkal mahkota hanya sekitar 10 cm. Salid lalu memotong pangkal buah salah satu tanaman, lalu mengupasnya. Begitu dicicip rasanya manis menyegarkan. Pada refraktrometer atau alat pengukur tingkat kemanisan tertera angka 17,8o briks. Itu jauh lebih manis ketimbang nanas biasa yang hanya 8—11o briks.

“Oleh karena itu nanas itu di Pemalang kerap disebut nanas madu,” kata penyuluh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Belik, Sri Harsono. Yang istimewa, menyantap nanas itu tidak meninggalkan rasa gatal di mulut meski buah baru dipanen dan tanpa dicuci air garam.  Menurut kepala seksi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Pemalang, Muslam Wahadi, nanas madu yang dibudidayakan di Pemalang itu sebetulnya berasal dari Bogor, Provinsi Jawa Barat. “Seorang tokoh masyarakat membawa nanas itu dari Bogor pada 1955,” kata Muslam.

 

Queen

Menurut kepala Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD, jika nanas itu dari Bogor, maka kemungkinan itu adalah nanas jenis queen berukuran kecil yang rasanya memang manis. Sang tokoh itu lalu menanam mahkotanya di pekarangan rumah. Karena buahnya berasa manis, maka semakin banyak warga sekitar yang tertarik untuk menanam. Sri Harsono menuturkan penanaman nanas madu itu mulai meluas pada 1982. “Ketika itu ada program agroforestri untuk memanfaatkan lahan di kawasan hutan,” ujarnya.

Di Kecamatan Belik penanaman nanas memanfaatkan lahan di bawah naungan sengon. “Di kecamatan lain ada yang menanam nanas di bawah naungan cengkih,” katanya. Budidaya nanas menarik minat pekebun lantaran memberi keuntungan ekonomi relatif tinggi. Salid, contohnya, tertarik mengebunkan nanas karena lebih menguntungkan ketimbang menanam padi. Sebelumnya pria kelahiran 1961 itu menanam padi tadah hujan di lahan 5.000 m2.

Karena dibudidayakan secara tadah hujan, maka produktivitas padi rendah, hanya 3 ton. Dari lahan seluas itu ia hanya memperoleh pendapatan Rp6-juta per musim tanam selama 4 bulan. Setelah dikurangi biaya produksi Rp3-juta, ia hanya memperoleh laba Rp3-juta. Dalam setahun ia dua kali menanam padi sehingga total laba Rp6-juta per tahun. Sementara dari lahan sama, ia memperoleh pendapatan Rp20-juta dari budidaya nanas.

Organik

Karena mengebunkan nanas lebih menguntungkan, ia pun mampu mengebunkan hingga 1,5 ha. Dari luasan itu ia memanen 20.000 buah nanas per ha. Dari jumlah panen itu 75% di antaranya tergolong grade A: berbobot 700—800 g per buah. Harga jualnya mencapai Rp2.300—Rp2.500 per buah. Sisanya grade B—bobot buah 500—690 g per buah—dengan harga jual Rp1.500 per buah.

Total jenderal pendapatan rata-rata Salid Rp40-juta per ha per sekali panen dalam  12 bulan. Sementara biaya produksi menanam nanas Rp20-juta pada saat awal tanam. Biaya produksi saat awal tanam cukup mahal karena Salid harus mengeluarkan biaya untuk pembelian bibit. “Harga bibit Rp150 per anakan,” ujar salah satu anggota Kelompok Tani Sumber Nanas itu. Dalam

1 ha membutuhkan 20.000 bibit. Selanjutnya Salid hanya mengeluarkan biaya Rp2-juta—Rp3-juta per ha per tahun. Biaya perawatan lanjutan lebih murah karena Salid hanya merawat anakan baru yang muncul.

Salid juga membudidayakan nanas secara organik. Sebagai sumber nutrisi ia hanya mengandalkan pupuk kandang dan daun nanas hasil rompesan. Kebutuhan pupuk kandang hanya 15 ton per ha yang diberikan 2 kali setahun. Untuk merangsang berbuah ia meneteskan 50 ml larutan etilen per tanaman berumur 10 bulan pascatanam bila penanaman baru. Selanjutnya anakan bisa ditetesi etilan pada umur 6 bulan sejak muncul anakan.

Tanaman biasanya mulai berbunga 2—4 pekan setelah perlakuan dan 6 bulan kemudian panen. Salid panen perdana nanas saat tanaman berumur 20 bulan setelah tanam dengan bibit asal anakan. Setelah itu ia panen nanas setiap 12 bulan dari anakan baru yang tumbuh dari tanaman yang sudah panen. Begitu seterusnya. “Dalam satu rumpun bisa tumbuh hingga 10—15 tanaman,” kata Salid.

 

Terus bertambah

Karena dianggap lebih menguntungkan, maka jumlah pekebun nanas di Kabupaten Pemalang terus bertambah. Hingga kini jumlah pekebun sekitar 300 orang dengan total area tanam nanas mencapai 686 ha yang tersebar di 3 kecamatan: Belik, Moga, dan Pulosari. “Yang terluas di Kecamatan Belik,” ujar Muslam. Dari luas areal tanam itu jumlah produksi nanas madu mencapai 6.880 ton per tahun.

Karena rasa buahnya yang manis, nanas madu asal Pemalang pun kini mulai sohor di tanahair. Permintaan pasar mengalir dari beberapa pasar swalayan besar di Jakarta dan Pasar Induk Kramatjati, Jakarta Timur, untuk nanas grade A. Sementara grade B dijual ke pasar tradisional di Cirebon.  “Saat ini bahkan ada permintaan dari Arab Saudi mencapai 10.000 buah per sekali kirim. Tapi belum berjalan karena belum ada kesepakatan harga,” ujar Sri Harsono.

Untuk mempermudah akses ke kebun saat panen, pemerintah Kabupaten Pemalang membangun jalan aspal yang menghubungkan jalan raya ke area kebun sepanjang 2 km. “Dahulu untuk mengangkut hasil panen harus dipikul dari kebun ke jalan raya,” ujar Sri Harsono. Sekali pikul 50—60 buah. Jika panen 3.000 buah perlu tenaga angkut 5 orang dalam sehari. “Sekarang bisa menggunakan sepeda motor untuk mengangkut hasil panen,” katanya. (Imam Wiguna/Peliput: Kartika Restu Susilo)

Apresiasi dan Dukungan terhadap Intensifikasi Pertanian : Padi Unggul Varietas IPB 4S

padi

Padi merupakan produk utama pertanian di negara-negara agraris. Sebagian besar masyarakat di negara tropis, khususnya Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok mereka. Katanya sih orang Indonesia itu belum makan kalau belum ‘ketemu’ sama yang namanya nasi.

Tapi bayangin ya temen-temen, kalo semua orang Indonesia makan nasi dan lahan yang ada cuma segitu-gitu aja. Malahan lahan yang sesuai untuk lahan pertanian itu sendiri semakin berkurang jumlahnya dari tahun ke tahun. Menurut data BPS tahun 2010, penduduk Indonesia bertambah sekitar 1,3% per tahun, sementara di lain pihak terdapat perubahan pola konsumsi penduduk dari nonberas ke beras, terjadi peningkatan konversi lahan sawah irigasi untuk kepentingan nonpertanian, serta tingkat produktivitas padi yang mengalami pelandaian (leveling off).

Nah, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan intensifikasi atau pengoptimalan lahan yang sudah ada atau menggunakan teknologi mutakhir.

Pada bulan Maret tahun 2012, salah seorang dosen dari Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB, Hajrial Aswidinnoor, MSi berhasil menemukan padi varietas unggul yang dinamakan IPB 4S. Padi IPB 4S ini memiliki jumlah anakan yang sedikit dan semuanya produktif, malainya panjang dengan built padi mencapai 225 butir permalai dan semuanya terisi penuh.

Padi jenis ini baik dikembangkan pada media sawah tadah hujan maupun lahan irigasi. Produktivitasnya dapat mencapai 7 ton dan berpotensi menghasilkan 10,5 ton per ha. Keunggulan lain dari padi IPB 4S adalah memiliki ketahanan terhadap tungro, agak tahan terhadap penyakit blast, dan agak tahap terhadap hawar daun bakteri.

Padi IPB 4S ini juga sudah mendapatkan sertifikasi loh dari Kementerian Pertanian Indonesia tahun 2012 sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap penemuan dosen yang berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan dan  kemajuan pertanian Indonesia.

Keren banget kan penemuan dari Pak Hajrial ini. Jadi, mau ga kamu mengapresiasi dan mendukung program intensifikasi pertanian demi terciptanya ketahanan pangan bangsa Indonesia?

Pertama kali mengakses Microsoft Access

Temen-temen pada tau ga apa itu microsoft access dan kegunaannya? Nah praktikum minggu kemarin kita dikasih informasi nih sama kaka asprak kita mengenai microsoft access. Waktu pertama kali pake microsoft access sempet bingung juga sih gimana cara buat tabelnya, apa bedanya sama excel, dan beberapa

Ternyata microsoft access itu merupakan aplikasi yang digunakan untuk membuat, mengelola, ataupun mengolah basis data atau yang biasa kita sebut databaseDatabase yang biasa kita tau paling cuma biodata temen-temen kita aja kan? Padahal pengertian database itu jauh lebih luas loh. Contohnya antara lain adalah daftar persediaan buku di perpustakaan, daftar gaji karyawan, ataupun aplikasi kehadiran yang sekarang banyak menggunakan fingerprint.

Data-data yang udah kita masukin ke dalam database itu nanti bisa kita kasih hubungan satu sama lain supaya memudahkan kita nantinya dalam menyusun database sesuai format yang kita inginkan. Contohnya adalah data departemen, dosen pembimbing, dan nama mahasiswa. Keterkaitannya antara lain 1 departemen memiliki lebih dari 1 orang mahasiswa, 1 departemen memiliki lebih dari 1 orang dosen pembimbing, 1 orang mahasiswa hanya memiliki 1 orang dosen pembimbing, dan masih banyak lagi tuh keterkaitannya.

Oke sekian pembahasan singkat mengenai microsoft access ya, sampai jumpa lagi.

Tugas Presentasi – Kakao

Haloo, kali ini mau ngepost sesuatu mengenai agronomi dan hortikultura nih. Ceritanya mengenai salah satu buah yang dimakan bijinya (?) Namanya adalah Theobroma cacao. Indonesia merupakan salah satu negara besar penghasil buah yang satu ini loh. Tapi sayangnya yang diekspor itu hanya berupa bahan mentah, sehingga harga jual di pasar internasionalnya masih sangat rendah.

Kenapa saya memilih kakao? Karena saya sangat tertarik untuk memiliki perkebunan kakao sendiri, tetapi tidak hanya menjual bahan mentahnya saja. Kakao yang saya jual nantinya merupakan produk jadi seperti yang bisa kita lihat di supermarket-supermarket itu. Cerita untuk kali ini dibuat dalam bentuk presentasi ya. Selamat membaca!

https://drive.google.com/file/d/0B63Qm9q1mmHLY1dVRHdpZEVYUVE/view?usp=sharing

Mengolah Data dengan Microsoft Excel

Kali ini diajarin mengolah data menggunakan microsoft excel nih, kita dikasih 3 contoh dalam format ms. excel yang perintah soalnya dibuat dalam bahasa inggris. Terus terang, sedikit kurang ngerti sih sama maksud soalnya untuk yang kali ini. Tapi udah saya kerjain semaksimal mungkin nih. Untuk file contohnya bisa dilihat di link di bawah ini ya.

Contoh 1

Di contoh 1 ini ada laporan penjualan dari koran Jakarta Post. Kita diperintahkan untuk menjumlahkan penjualan koran tersebut di beberapa kota di Indonesia selama periode 2009-2011 dan digunakanlah rumus =SUM(number1,number2,..). Selain itu, kita juga diperintahkan untuk menghapus komentar yang ada pada kolom B,C, dan D.

https://drive.google.com/file/d/0B63Qm9q1mmHLakI0QVlxcEFYYlU/view?usp=sharing

Contoh 2

Di contoh 2 ini ditampilkan daftar harga dari sebuah pet shop bernama Jangky’s pet shop. Kita diperintahkan untuk menghilangkan latar belakang dari gambar utama dan mengaplikasikan efek artistik pada gambarnya. Selain itu, kita juga diberikan sebuah data pelanggan setia petshop yang berisikan waktu kunjungan terakhir mereka ke pet shop ini. Kita diperintahkan untuk mengaplikasikan Autofill pada kolom waktu kunjungan para pelanggan petshop tersebut.

https://drive.google.com/file/d/0B63Qm9q1mmHLOXFGYnRoV04tTUU/view?usp=sharing

Contoh 3

Pada contoh terakhir ini, kita diberikan sebuah daftar harga obat dari beberapa perusahaan ternama, beserta laporan penjualan perusahaan tersebut selama satu tahun. Kita diperintahkan untuk memberikan kode warna yang berbeda untuk masing-masing perusahaan obat agar mudah untuk dibedakan. Setelah itu, kita juga diperintahkan untuk mengganti komentar yang ada untuk obat Kalmoxilin dari HET $ 25 menjadi HET $ 24.

https://drive.google.com/file/d/0B63Qm9q1mmHLVk1zdTJMSElkZ3M/view?usp=sharing

Pembuatan Daftar Isi dan Daftar Lampiran Secara Otomatis

Kali ini saya diajarin kakak-kakak asprak untuk membuat yang namanya daftar isi dan daftar lampiran secara otomatis menggunakan microsoft word 2007. Seperti yang kita tahu, kebanyakan orang masih suka bingung nih untuk membuat daftar isi yang otomatis ini terutama kalo mau bikin karya ilmiah atau skripsi.

Modal yang saya gunakan kali ini adalah makalah yang saya buat bersama teman sekelompok saya waktu di TPB dulu. Makalah ini secara sistematika sudah baik (karena sudah diperiksa dosen Bahasa Indonesia hehe), tetapi belum memiliki daftar isi dan daftar lampiran itu. Jadilah saya menambahkan kedua hal tersebut di makalah ini supaya makin sempurnaaa…

Ayo dilihat ya makalah yang saya buat, dengan tambahan ilmu berupa daftar isi dan daftar lampiran otomatis itu. Selamat membaca

 https://drive.google.com/file/d/0B63Qm9q1mmHLV3ZkRG83S0ZKWEU/edit?usp=sharing

Eksplorasi beberapa fasilitas pada sistem operasi android

Halo ngepost lagi nih, kali ini mengenai android yang ngehits banget itu. Ternyata di android ada beberapa fasilitas yang bakalan kita eksplorasi lebih dalam pada postingan yang satu ini.

1. Management file dan directory

Untuk fasilitas yang satu ini biasanya udah tersedia secara otomatis nih di dalam android kita namanya File Manager. Kali ini saya mau menjelaskan cara melakukan copy dan paste foto di dalam file manager ini.

Pertama-tama buka My file

upload 1

Pilih All files

upload 2

 

Camera

upload 3

Pilih foto yang mau kita copy dan kemudian copy

upload 4 upload 5

Paste foto yang telah dipilih di tempat yang kita inginkan dengan memilih perintah Paste here

upload 6 upload 7

2. Fasilitas kompresi data

Istilah kompresi data adalah sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam menyimpannya atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut. Nah untuk mendapatkan fasilitas ini kita perlu mendownloadnya di Google Play Store. Kali ini saya menggunakan aplikasi B1 Free Achiever untuk melakukan kompresi data.

Pertama-tama buka aplikasi B1 Free Achiever

upload 8.1

Kemudian cari data yang akan menjadi sasaran kompresi, misalnya saya akan mengompresi foto anjing saya yang lucu pada folder Camera

upload 8.2

Kemudian Pilih Icon Zip dan centang foto yang akan dikompresi

upload 8.3

Create Achieve dan pilih Zip lalu OK

upload 8.4 upload 8.5

Selesai deh, sekarang foto yang kamu kompresi jadi lebih kecil dari segi ukuran datanya, walaupun ga terlalu berbeda jauh sih.

3. Fasilitas Utilitas pada sistem Android

Sebelum praktiknya ada nih definisi dari perangkat lunak utilitas itu sendiri. Perangkat lunak utilitas merupakan perangkat lunak komputer yang didesain untuk membantu proses analisis, konfigurasi, optimasi, dan membantu pengelolaan sebuah komputer ataupun sistem. Beberapa contohnya adalah untuk backup, pemulihan data, sebagai antivirus, ataupun untuk kompresi data seperti yang telah kita pelajari di atas. Nah, kali ini saya mau jelasin program utilitas yang tergolong dalam pemulihan data, yaitu Clean Master yang lagi-lagi bisa didownload di Play Store. Pemulihan data yang dilakukan adalah dengan membersihkan junk files pada sistem android kita.

Caranya pertama-tama buka aplikasi Clean master-nya

upload 3.1

Pilih junk files untuk mengetahui jumlah junk files yang membebani sistem android kita. Setelah itu, Clean master akan melakukan scanning terhadap jumlah junk file dala sistem.

upload 3.2

Pilih Clear Junk, dan junk files dalam sistem akan dibuang secara otomatis. Hal tersebut sangat penting dilakukan terutama untuk menambah performa dari sistem android kita

upload 3.3

Selesai deh

upload 3.4

 

Okedeh sekian dulu ngotak-ngatik beberapa fasilitas dalam sistem androidnya ya, sampai ketemu lagi di postingan berikutnya.

Kostumisasi hardware komputer dan spesifikasinya

Kali ini adalah tugas penkom yang kedua, kita diajari untuk melakukan kostumisasi pada komputer kita. Kebanyakan dari kita pasti jarang sih melakukan kostumisasi ini karena pengaturan dari komputer itu sendiri biasanya udah enak buat digunain.

Pertama-tama kita masuk ke bagian control panel

control panel

Lalu pilih menu All Control Panel Items dan pilih Mouse

mouse

Setelah itu akan muncul tampilan beberapa tab, antara lain Buttons, Pointers, Pointer Options, dan Hardware. Dari beberapa tab tersebut kita dapat melakukan pengaturan mouse dengan memilih pointer yang akan digunakan, mengatur mouse visibility, serta mengetahui nama mouse device yang kita gunakan.

mouse dalam

Selain itu, saya juga melakukan pengaturan pada bagian keyboard 

keyboard

Saya juga diajari untuk melihat spesifikasi beberapa komponen pada komputer

1. Spesifikasi Processor

processor

2. Spesifikasi RAM

ram

 

3. Spesifikasi VGA Card

vga

 

4. Spesifikasi Devices and Printers

devices and printer

Ya, mungkin sekian beberapa cara kustomisasi hardware komputer yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas perhatiannya :)

Pengalaman mengaktifkan blog pada mata kuliah penerapan komputer

Jujur, ini merupakan pengalam pertama saya mengotak-atik wordpress. Sebelumnya ada sih niatan untuk bikin blog buat mencurahkan isi hati dan otak, tapi sampai sekarang baru kesampean nih. Ternyata membuat blog itu lumayan seru, mirip ketika kita bikin catatan harian tapi ini dalam bentuk elektronik.

Nah, blog ini juga nanti bisa dibagusin sesuai kreativitas kita aja. Kita bisa menambahkan tema pada halaman utama , gambar, video, atau media lainnya. Intinya dengan ngeblog itu kita bisa berbagi informasi dengan orang lain dan kalo suka bergaul bisa nambah temen juga loh.

Ngeblog itu juga bisa menaikkan popularitas kita di dunia maya loh, contohnya Raditya Dika yang sekarang terkenal banget gara-gara tulisannya yang banyak disukai orang. Pokoknya, banyak deh keuntungan yang bisa kita dapatkan dari ngeblog itu. Ayolah yang belom pernah ngeblog, belajar ngeblog dan mulai berbagi guys!

« Older posts

© 2015 Majesta Esa Sofian

Theme by Anders NorenUp ↑